Hello guys. Welcome to my Blog! Saya mahasiswi
Fakultas Teknologi Pertanian jurusan Teknologi Pangan, Universitas Katolik
Soegijapranata Semarang. Pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit sharing mengenai “Kecukupan nutrisi Ibu
Hamil dan Ibu Menyusui”.
Sebagian orang berpikiran bahwa ketika hamil, maka makanan yang biasa ia konsumsi lah yang tepat dikonsumsi. Namun ditambah dengan minum vitamin yang dianjurkan oleh dokter untuk menambah dan menjaga stamina tubuh dan si calon debay. Malah bahkan, sebagian ibu hamil mengurangi asupan makanan dikarenakan alesan khawatir akan mengalami kegemukan bahkan sampai setelah melahirkan. Atau juga sebagian lagi yang menambah porsi dan asupan makanan dikarenakan alasan ngidam. Lalu, apakah ini benar? Mana yang benar? Berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil, akan sedikit saya bahas dibawah ini ya.........
Apakah menurut kalian kebutuhan nutrisi seorang ibu hamil dan menyusui dengan kebutuhan nutrisi orang biasa sama? Ya tentu saja berbeda. Apa alasannya? Dimana perbedaannya? Bagaimana kebutuhan nutrisi bumil dan busui dapat tercukupi?
Sebagian orang berpikiran bahwa ketika hamil, maka makanan yang biasa ia konsumsi lah yang tepat dikonsumsi. Namun ditambah dengan minum vitamin yang dianjurkan oleh dokter untuk menambah dan menjaga stamina tubuh dan si calon debay. Malah bahkan, sebagian ibu hamil mengurangi asupan makanan dikarenakan alesan khawatir akan mengalami kegemukan bahkan sampai setelah melahirkan. Atau juga sebagian lagi yang menambah porsi dan asupan makanan dikarenakan alasan ngidam. Lalu, apakah ini benar? Mana yang benar? Berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil, akan sedikit saya bahas dibawah ini ya.........
Apakah menurut kalian kebutuhan nutrisi seorang ibu hamil dan menyusui dengan kebutuhan nutrisi orang biasa sama? Ya tentu saja berbeda. Apa alasannya? Dimana perbedaannya? Bagaimana kebutuhan nutrisi bumil dan busui dapat tercukupi?
Pertama, alasan kebutuhan nutrisi bumil
dan busui berbeda dari orang biasa yaitu karena berpengaruh terhadap kesehatan
janin maupun bayi yang diberi ASI. Nutrisi pada orang biasa digunakan untuk
metabolisme tubuh, aktivitas fisik, serta menjaga keseimbangan tubuh. Sedangkan
pada bumil, nutrisi digunakan pula untuk pembentukan jaringan baru yaitu janin
dan organ tubuh. Oleh karena itu kebutuhannya akan lebih tinggi daripada wanita
dewasa biasa. Janin di dalam kandungan akan menyerap cadangan nutrisi dari
dalam tubuh ibu, namun ketika dalam tubuh sang ibu kekurangan nutrisi maka
janin akan menyerap zat gizi dalam jaringan tubuh ibunya. Akibatnya, tubuh ibu
akan menjadi lemas dan beresiko besar ketika melahirkan.
Namun, peningkatan kebutuhan gizi bukan
berarti peningkatan porsi makan secara besar-besaran ya. Kebutuhan gizi dapat
ditingkatkan misalnya dengan menggantikan jenis makanan yang biasa di konsumsi,
seperti makanan ekstrudat (ciki, dan sejenisnya) untuk cemilan dengan
buah-buahan. Karena, buah dan sayur mengandung tinggi vitamin, mineral dan
komponen lain baik mikro- maupun makro-. Atau memvariasi jenis makanan yang di
konsumsi, tidak hanya sayur-buah namun juga di variasi dengan daging,
kacang-kacangan, dan sebagainya. Kehamilan tentu identik dengan fenomena penggemukan
dan kenaikan berat badan bukan? Ini merupakan hal yang wajar dan memang
dipastikan, selama pertambahan berat badan optimal sesuai BMI (Body Mass Index). Bahkan, salah satu
pedoman pengawasan kecukupan gizi ibu hamil dilihat dari pertambahan berat
badannya. Standard kenaikan berat badan Bumil adalah sekitar 7-18 kg. Untuk ibu
gemuk dengan BMI >26-29 pertambahan berat badan berkisar antara 7-11,5 kg.
Untuk ibu normal dengan BMI 19,8-26 maka pertambahan berkisar 11,5-16 kg. Untuk
ibu kurus dengan BMI < 19,8 pertambahan berkisar 12,5-18 kg. Ketika kenaikan
berat badan di atas standar BMI, maka dianjurkan untuk mengurangi konsumsi
karbohidrat.
Pengukuran BMI dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut.
Pengukuran BMI dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut.
BMI = berat badan (kg)/ tinggi badan₂ (m₂).
Makanan yang dapat dikonsumsi untuk
meningkatkan kecukupan gizi antara lain susu (karena tinggi lemak dan kalsium),
telur (kaya akan protein), mentega dan margarin (kaya akan lemak, vitamin, dan
mineral), buah dan sayur, serta vitamin seperti vitamin A, D, dan C. Berikut
tabel kebutuhan gizi pada ibu hamil.
Zat
Gizi
|
Kebutuhan
perhari
|
Batas
Maksimum
|
Vitamin A
|
800 (mikrogram/hari)
|
3000 (mikrogram/hari)
|
Vitamin D
|
15 (mikrogram/hari)
|
1000 (mikrogram/hari)
|
Vitamin E
|
15 (mg/hari)
|
1000 (mg/hari)
|
Vitamin K
|
55
|
-
|
Vitamin C
|
85 (mg/hari)
|
-
|
Zat besi (Fe)
|
26-39 (mg/hari)
|
45 (mg/hari)
|
Kalsium (Ca)
|
1200-1300 (mg/hari)
|
2500 (mg/hari)
|
Nah,
tabel di atas ini dapat dijadikan salah satu acuan bagi para ibu hamil yang
ingin memenuhi kebutuhan perhari. Namun juga ada batasan maksimum konsumsi,
karena ketika berlebih dari batasan akan menyebabkan toksisitas atau keracunan
yang tidak hanya meracuni ibu namun juga janin yang di kandung.
Selanjutnya untuk ibu menyusui,
kebutuhan gizi juga lebih besar daripada wanita biasa. Kuantitas (jumlah)
makanan untuk ibu yang sedang menyusui lebih besar isbanding dengan ibu hamil,
akan tetapi kualitasnya tetap sama. Pada ibu menyusui disarankan untuk
mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berenergi tinggi, seperti susu sapi yang
mengandung makro-mineral kalsium (Ca) untuk mencegah kerusakan gigi serta
tulang. Susu untuk memenuhi kebutuhan mineral kalsium dan florin dalam ASI.
Jika kekurangan unsur ini dapat menyebabkan pembongkaran dari jaringan
(deposit) dalam tubuh, akibatnya ibu akan mengalami kerusakan gigi dan tulang.
Selain itu, anak yang diberi ASI pun akan ikut terkena resikonya. Selain
makanan bergizi, busui juga harus minum air putih sebanyak 2 liter hingga 2,5
liter per hari. Dikarenakan ASI tersusun dari 88% air. Tidak hanya air putih,
minuman lain seperti jus buah atau sari buah juga diperlukan untuk menambah
asupan vitamin.
Anjuran bagi ibu laktasi selanjutnya
yaitu tidak diperbolehkan meminum miras (minuman keras) seperti ber-alkohol
atau juga ber-karbonasi. Dan juga tidak diperkenankan mengkonsumsi pil penurun
berat badan untuk mempercepat penurunan berat badan setelah melahirkan. Berat
badan ibu menyusui akan menurun seiring dengan proses menyusuinya. Karena
selama menyusui terjadi mobilisasi lemak dalam tubuh lbu untuk memproduksi ASI.
Departemen kesehatan menganjurkan bahwa program laktasi atau pemberian ASI
ekslusif berjalan selama enam bulan. ASI dibutuhkan dalam tumbuh-kembang bayi,
dimana kebutuhannya harus tetap terpenuhi sehingga tumbuh-kembang sang anak
yang sedang berlangsung tidak mengalami hambatan.
Berikut tabel kebutuhan gizi pada ibu
menyusui.
Zat
Gizi
|
Kebutuhan
perhari
|
Batas
Maksimum
|
Vitamin A
|
850 (mikrogram/hari)
|
3000 (mikrogram/hari)
|
Vitamin D
|
15 (mikrogram/hari)
|
1000 (mikrogram/hari)
|
Vitamin E
|
19 (mg/hari)
|
1000 (mg/hari)
|
Vitamin K
|
55
|
-
|
Vitamin C
|
100 (mg/hari)
|
-
|
Zat besi (Fe)
|
32-34 (mg/hari)
|
45 (mg/hari)
|
Kalsium (Ca)
|
1200-1300 (mg/hari)
|
2500 (mg/hari)
|
Perbedaan mengapa ada yang pemenuhannya mikrogram dan miligram adalah berkaitan dengan karakteristiknya. Satuan mikrogram menunjukkan bahwa zat gizi tersebut tergolong dalam mikro-mineral atau mikro-vitamin. Sedangkan satuan miligram menunjukkan bahwa zat gizi tersebut tergolong dalam makro-mineral atau makro-vitamin.
Sumber
zat gizi dalam makanan dan minuman :
· Kalsium
(Ca) = susu, tempe, ebi (udang kering), sayuran hijau, dan lainnya
· Zat
besi (Fe) = Bayam, tofu, hati, daging sapi (yang telah dimasak)
· Vitamin
C (Asam askorbat) = brokoli, jambu, jeruk, dan lainnya
· Vitamin
K = bayam, minyak jagung, brokoli, dan lainnya
· Vitamin
E = telur, minyak kelapa, bayam (yang telah dimasak)
· Vitamin
D = susu, telur, salmon, dan lainnya
Sekian penjelasan berkaitan dengan
kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui, serta hal terkait lainnya. Kesimpulannya,
kebutuhan gizi seorang ibu hamil dan menyusui lebih tinggi dari kebutuhan
wanita dewasa normal. Dikarenakan pada ibu hamil, zat gizi juga digunakan untuk
pembentukan janin dan organ tubuhnya. Dan pada ibu menyusui, digunakan untuk
pembentukan ASI dari lemak. Oleh karena itu, ketika hamil dan menyusui jangan
pikirkan berat badan terlebih dahulu ya! Utamakan kesehatan dan tumbuh-kembang
sang anak.
Bagi wanita: berat badan sangat penting, tapi anak yang UTAMA!
References :
Committe on Nutritional. Nutrition During Lactation. (1990). National Academy Press. Washington DC.
Committe on Nutritional. Nutrition During Pregnancy. (1990). National Academy Press. Washington DC.
David.H.S., Etti.S. Gizi Pada Ibu Hamil. Universitas Sumatera Utara.
Departemen Kesehatan RI. (1994). Sehat dan Cerdas Berkat Air Susu Ibu Eksklusif. Seminar Sehari. Jakarta.
Irawati. A., Triwinarto. A., Salimar. R.I. (2003). Pengaruh Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dan Menyusui terhadap Keberhasilan Pemberian ASI. Panel Gizi Makan: 26(2):10-19.
Tjejep.S.H., Hermina., Nurfi.A. (2010). Hubungan Konsumsi Makanan Ibu Selama Kehamilan dan Pemberian ASI Pertama Kali Setelah Melahirkan. PGM: 33(2); 154-160.
World Health Organization. (1985). The Quantity and Quality of Breast Milk. Report on the WHO Collaborative Study on Breast-feeding. Geneva: WHO.
References :
Committe on Nutritional. Nutrition During Lactation. (1990). National Academy Press. Washington DC.
Committe on Nutritional. Nutrition During Pregnancy. (1990). National Academy Press. Washington DC.
David.H.S., Etti.S. Gizi Pada Ibu Hamil. Universitas Sumatera Utara.
Departemen Kesehatan RI. (1994). Sehat dan Cerdas Berkat Air Susu Ibu Eksklusif. Seminar Sehari. Jakarta.
Irawati. A., Triwinarto. A., Salimar. R.I. (2003). Pengaruh Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dan Menyusui terhadap Keberhasilan Pemberian ASI. Panel Gizi Makan: 26(2):10-19.
Tjejep.S.H., Hermina., Nurfi.A. (2010). Hubungan Konsumsi Makanan Ibu Selama Kehamilan dan Pemberian ASI Pertama Kali Setelah Melahirkan. PGM: 33(2); 154-160.
World Health Organization. (1985). The Quantity and Quality of Breast Milk. Report on the WHO Collaborative Study on Breast-feeding. Geneva: WHO.

